Ubi Kasesa Menguntungkan

ubi kasesa

Kelompok tani Mekar Sari melakukan panen ubi kasesa pada tanggal dua Maret 2021 yang dilakukan dengan cara royongan (pangari kelompok) oleh 15 orang anggota kelompok tani yang diketua oleh Abundius Juki.

Lahan seluas 15000 m2 menghasilkan 20.000 kg ubi kasesa yang diperoleh dari 12.000 batang bibit yang ditanam sejak Juni 2020 dengan jangka waktu sembilan bulan sampai ubi kasesa dapat dipanen. Biaya penanaman dan pemeliharaan sebesar Rp. 12 juta. Dengan harga jual per kilogram saat ini Rp900, kelompok tani Mekar Sari memperoleh keuntungan sebesar enam juta rupiah.

Ketika ditanya bagaimana proses penanaman dan pemeliharaan, pak Juki menjelaskan bahwa lahan yang digunakan masih berupa hutan. Pembersihan lahan dari potongan kayu atau sampah kemudian dilanjutkan dengan penggemburan tanah menggunakan mesin hand traktor. Selanjutnya dilakukan penanaman bibit, setelah dua minggu bibit ditanam dilakukan pemeriksaan guna memastikan semua bibit tumbuh dengan baik. Proses pemeliharaan dengan penyemprotan gulma menggunakan racun rumput herbisida, penyemprotan dilakukan tiga bulan sekali. Setelah penanaman selama satu bulan, dilakukan pemupukan menggunakan KCL SP 36 dan pupuk urea. Tahap berikutnya, melakukan pemangkasan pohon dan cabang. pemangkasan dilakukan terhadap pohon yang memiliki cabang lebih dari satu. Dengan kata lain sisakan satu cabang pada setiap pohon. Hal ini dilakukan agar nutrisi tanaman dapat terserap secara maksimal. Satu bulan sebelum panen, lokasi harus disemprot agar memudahkan proses panen.

“Dengan adanya kebun ubi ini bisa menopang ekonomi keluarga, menambah penghasilan selain dari hasil kebun sawit dan kebun karet. Sementara kendala yang dihadapi adalah tingginya harga pupuk KCL SP 36 dan Urea”, ujar Juki anggota CUPK TP Batang Tarang.

Penulis: Yohanes Bernado

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *