Tetap Semangat Berkarya di Tengah Pandemi

jatiku

Pandemi covid-19 yang dirasakan dampaknya sejak Maret 2020, tidak menghalangi KSP CU Pancur Kasih untuk melaksanakan pendidikan anggota.

Pendidikan kepada anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CU Pancur Kasih biasanya dilakukan secara tatap muka, namun kali ini dilakukan berbeda yaitu secara Webinar. Pelaksanaan webinar menjadi satu cara KSP CU Pancur Kasih untuk tetap aktif memberikan informasi pendidikan, motivasi dan sosialisasi kepada anggota mengenai info terkini lembaga serta memberikan semangat kepada anggota demi menghadapi kesulitan ekonomi pada masa pendemi covid- 19 sejak awal Maret 2020.

Sabtu , 29 September 2020 KSP CU Pancur Kasih menyelenggarakan Webinar dengan Tema “ Merdeka dari Ketidakberdayaan. Tema ini diambil dalam rangka mengisi hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75. Webinar dimulai dari pukul 15.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Pada awal pendaftaran Panitia penyelenggara membatasi jumlah peserta sekitar 100 orang, namun karena antusias anggota yang ingin mendapatkan informasi lebih banyak, jumlah peserta webinar dua kali lipat dari jumlah yang diperkirakan.
perlu diketahui target 100 orang, pesimis karena lima hari sebelum ditutup, masih 50 orang. Tetapi setelah webinar dilakukan,ada 200 orang lebih yang mendaftar dan menjadi peserta webinar. Peserta berasal dari Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan yang terbanyak adalah dari Kalimantan Barat. Ini merupakan webinar pertama diselenggarakan untuk menjawab kevakuman edukasi anggota karena dampak pandemi covid-19. Dalam masa pandemi pun kita tetap semangat untuk berkarya. Kegiatan webinar di kantor pusat juga mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

narasumber webinar
Narasumber webinar sedang menyampaikan materi webinar

Narasumber Webinar, Ketua Pengurus KSP CU Pancur Kasih, Gabriel Marto. Moderator Webinar oleh Sekretaris Pengurus KSP CU Pancur Kasih, Sucipto, serta host webinar, J. Budi Assa.

Kata “ Merdeka” didengungkan sehubungan dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kita bersyukur bahwa di alam kemerdekaan ini kita semua bisa eksis sesuai kapasitas serta peran kita masing-masing untuk dapat mengisi kemerdekaan dengan bekerja dan berusaha.

Kata “Ketidakberdayaan dalam konteks ini dipahami sebagai sesuatu kekalahan manusia dalam menghadapi realitas hidup, ketidak mampuan melakukan sesuatu, ketidak mampuan mengatasi masalah keuangan/finansial, politik dll. Masih menurut Marto, ketidakberdayaan terjadi karena orang gagal fokus, tidak antipatif dalam menghadapi suatu masalah.

Dalam pemaparannya Gabriel Marto menawarkan strategi untuk dapat “ Merdeka dari ketidakberdayaan” Strategi itu di kemas dalam suatu akronim terdiri dari enam huruf, yang disebut sebagai “WISDOM”. Dalam bahasa Inggris artinya kebijaksanaan.

Dalam pemaparannya Gabriel Marto menawarkan strategi untuk dapat “Merdeka dari ketidakberdayaan” Strategi itu di kemas dalam suatu akronim terdiri dari 6 huruf, yang disebut sebagai “WISDOM”. Dalam bahasa Inggris artinya kebijaksanaan.

Yang pertama adalah Waktu : waktu sangat berharga bagi setiap orang, maka gunakan secara baik dan bijaksana: untuk bekerja, berusaha, beraktivitas, bersosialisasi dll. Ada yang mengatakan bahwa” Waktu adalah uang.”

Kedua Investasi : investasi sini adalah dalam arti luas. Investasi Sosial, kemanusiaan, kita sadar bahwa kita adalah mahkluk sosial yang saling membutuhkan. Oleh sebab itu, praktek hidup saling tolong, saling bantu, jujur dalam tindakan dan perkataan menjadi penting untuk menjaga keseimbangan hidup sosialitas kita, agar tidak menjadi egois.

Ketiga adalah Saving. Saving atau menabung menjadi prioritas, nasihatnya minimal 10 persen dari gaji penghasilan/pendapatan yang pertama didisisihkan untuk di tabung. Dimana tempat kita menabung? Bagi kita yang sudah anggota CU, maka CU lah tempat yang tepat untuk kita menyimpan.

Keempat merupakan Disiplin. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercayakan . Disiplin menciptakan keteraturan, keteraturan menciptakan harmonisasi dan keseimbang hidup. Disiplin dalam hal menggunakan waktu kerja, disiplin dalam menabung.

Yang kelima adalah Olah rasa, pikiran. Pandemi Covid-19 memukul semua sendi perekonomian di seluruh dunia, tidak terkecuali bangsa kita Indonesia. Perusahaan, industri keuangan, perhotelan, perdagangan, pasar-pasar, pertanian, perkebunan mengalami penurunan hasil bahkan kebangkrutan. Dalam situasi ini diperlukan kemampuan untuk olah rasa dan pikiran kita untuk berusaha mencari alternatif, strategi, usaha , cara-cara yang masih bisa dibuat, untuk menambah penghasilan. Jeli melihat peluang jangan sampai pasrah saja dengan Pandemi ini sebagai biang kegagalan, keterpurukan dan ketidakberdayaan kita. Perlu kreativitas, bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya CUPK yang siap memfasilitasi kelompok usaha-usaha produktif anggota.

Yang terakhir dalam akronim kata Wisdom adalah Manage. Manage dalam bahasa Indonesia artinya Mengelola berarti mengatur, mengurus,mengendalikan menjadi hal penting dari lima poin yang sudah disampaikan diatas. Penghasilan/pendapatan jika tidak dikelola maka akan sia-sia. Kita mengenal dua filosofi yaitu kemiskinan dan filosofi kekayaan. Pada filosofi kemiskinan dikatakan orang miskin akan membelanjakan pengahasilannya dan menyimpan sisanya. Mereka tidak membiasakan diri untuk menabung. Berbeda dengan filosofi kekayaan. Dikatakan orang kaya akan menghemat uang mereka dan membelanjakan apa yang tersisa. Orang kaya menabung dan berinvestasi dengan memaksa diri bertahan hidup menggunakan 80-90 persen dari pendapatan bersih, supaya bisa secara otomatis menyisihkan 10-20 persen pendapatan bulanannya.

Peserta seminar sangat antusias mengikuti acara yang dilaksanakan menggunakan dua aplikasi Zoom meeting dan Meet. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan-pertayaan yang disampaikan selama sesi tanya jawab berlangsung.

Wahyu Saputra, peserta yang tertarik untuk menanyakan bahwa apakah tepat jika menabung apabila tingkat inflasi yang tinggi. Gabriel Marto dengan lugasnya menjawab bahwa untuk menabung jangan terpengaruh dengan tingkat inflasi yang tinggi karena kita tidak bisa memprediksikan keadaan yang akan terjadi kedepannya. Yang terpenting dari menabung adalah kita sudah merencanakan masa depan kita. Menabung saat ini jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Jangan sampai kita terkungkung dengan pemikiran seperti ini karena akan menghambat perkembangan diri kita sendiri.

Satu hal penting juga yang dipertanyakan oleh Hamdani Daris, anggota aktif dari TP Sidas, mengenai usaha produktif KSP CU Pancur Kasih untuk melayani masyarakat yang bukan anggota. Menurut ketua Pengurus bahwa KSP CU Pancur Kasih akan melayani anggota kelompok berbasis produktif meskipun belum menjadi anggota KSP CU Pancur Kasih. Dengan demikian, secara tidak langsung KSP CU Pancur Kasih akan dikenal oleh masyarakat sehingga mereka mau ikut bergabung menjadi anggota.

Di akhir webinar Gabriel Marto mengajak semua peserta untuk mengelola keuangan secara bijaksana dengan demikian kita mengelola hidup sukses, Merdeka dari ketidak berdayaan.

Rudy dari Jakarta satu diantara peserta Webinar mengatakan, Seminar ini luar biasa. Semoga bisa menjadi berkat bagi banyak anggota dan saya juga begitu banyak mendapat masukan. Mudah-mudahan ada seminar lagi dan saya bisa ikut serta di dalamnya. Tuhan memberkati, kata Rudy menyudahi sesi wawancara jarak jauhnya.

Sucipto, di akhir webinar juga menyampaikan bahwa yang terpenting dari Credit Union adalah Credere yang artinya kepercayaan, jadi credit union adalah orang-orang yang saling percaya untuk bersatu bersama membangun ekonomi yang lebih baik.

Webinar diakhiri pada pukul 17.00 dengan ditutup oleh host seminar, J. Budi Assa dengan menyampaikan bahwa CU Pancur Kasih membagi pulsa kepada peserta yang dapat mereview materi webinar dengan baik dengan memilih tiga orang peserta terbaik.

Standar Pelayanan Saat Pandemi

Masa pandemi menjadi tantangan terbesar bagi sektor keuangan dan jasa, tidak terkecuali KSP CU Pancur Kasih (CUPK). Berbagai cara harus dilakukan agar kualitas pelayanan kepada anggota dapat diberikan secara maksimal dan professional. Agar pelayanan tetap berjalan baik maka diseluruh kantor Tempat Pelayanan CUPK menerapkan protokol yang standar, diantaranya mengatur jarak tempat duduk ruang tunggu, membuat sekat pembatas pada meja kasir, pengecekan suhu tubuh, menyediakan tempat pencucian tangan dengan air yang mengalir, menyiapkan hand sanitizer, penyemprotan disinfektan secara terjadwal, semua karyawan memakai masker khusus frontliner ditambah menggunakan sarung tangan dan anggota yang bertransaksi wajib menggunakan masker.

Semua itu dilakukan untuk memutus mata rantai dan mencegah penyebaran virus covid-19 serta memberikan pelayanan yang terbaik dan menciptakan kenyamanan kepada seluruh anggota CUPK.

Penulis: Yohana Rosmiati, Natalia Demtha Mulisa & Yosianto
Foto: Natalius Geri TP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *