Silaturahmi Bersama Koperasi Besar Indonesia

berita singkat koperasi

Awal Juni 2021, tepatnya 9 Juni 2021, CU Pancur Kasih diundang oleh Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia untuk menghadiri Silaturahmi dan Halal Bi Halal bersama Menteri Koperasi dan UKM RI di Jakarta. Silaturahmi dilaksanakan di hotel Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, Jakarta. Kegiatan ini merupakan agenda penting dalam Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia untuk keberlanjutan dan keseimbangan Koperasi di seluruh Indonesia.

Sebagai utusan CU Pancur Kasih untuk menghadiri kegiatan tersebut adalah Ketua Pengurus, Gabriel Marto, dan General Manager, Domitius. Dalam kesempatan di acara tersebut, Gabriel Marto menyampaikan secara langsung kepada Bapak Menteri untuk meminta arahan dalam menetapkan langkah dan strategi bertahan dan mengembangkan usaha dan penguatan anggota di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan supaya apabila ada Koperasi-koperasi yang memiliki over likuiditas dapat diatasi terlebih dimasa pandemi Covid-19 karena pendapatan dan kemampuan anggota yang menurun drastis.

Teten meminta koperasi besar mampu meyakinkan masyarakat bahwa koperasi merupakan pilihan rasional untuk membangun dan menciptakan kesejahteraan.“Bahkan pengurus koperasi jangan berpolitik. Fokus saja membangun ekonomi rakyat,” tukas Menkop UKM. Teten mengakui masih ada beberapa kalangan di masyarakat yang kehilangan harapan terhadap koperasi. Diakui juga, koperasi saat ini memiliki stigma negatif dari masyarakat. Maka dari itu, pemberdayaan koperasi modern harus digalakkan.

Di akhir acara Silaturahmi, Forkom KBI menyampaikan beberapa rekomendasi penting yang disampaikan kepada Menteri Koperasi dan UKM RI. Ada 3 Rekomendasi yang disampaikan oleh Koordinator Forkom KBI, Irsyad Muchtar. Pertama, agar Menkop UKM secepatnya melakukan pembahasan dan kajian ulang terhadap rancangan UU Koperasi yang baru.“Baik secara prinsip maupun turunan peraturan yang berlaku, seperti misalnya PP Nomor 9 Tahun 1995 tentang KSP, sudah tertinggal oleh perkembangan terkini,” kata Irsyad. Kedua, “khusus KSP, hingga kini masih berharap agar pemerintah menginisiasi lahirnya Apex Permodalan Koperasi seperti halnya di dunia perbankan. Bahwa keberadaan LPDB selama ini diakui sudah mampu memberikan pencerahan permodalan, namun kapasitas BLU ini dibanding jumlah koperasi yang harus dilayani se-Indonesia masih sangat terbatas,” ujarnya. Ketiga, Irsyad menyampaikan rekomendasi bahwa afirmasi yang sangat gencar dari Kementerian Koperasi UKM agar KSP melakukan pengembangan usaha (spin-off) sangat mencerahkan bagi usaha perkoperasian agar dapat berperan lebih luas dalam perekonomian masyarakat.

CUPK sudah dikenal luas oleh masyarakat dan pemerintah. Pada kesempatan Forkom KBI, CUPK mendapat kesempatan mengikuti forum bergengsi di tataran koperasi Indonesia. Semoga menjadi nilai tambah serta memupuk kepercayaan masyarakat dan anggota.

Penulis: Natalia Demtha & Natalius Geri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *