Semoga Corona Cepat Berlalu

meranti

Senin, 02 Maret 2020, Presiden Joko Widodo mengumumkan Indonesia masuk dalam Negara yang terjangkit virus Corona Wuhan. Penularan virus ini kian merebak dan begitu cepat. Data yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan total jumlah kasus positif corona di Indonesia mencapai 1.414 pasien, berdasarkan update per 30 Maret 2020.

Sampai pertengahan 2020, pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Masyarakat dihimbau untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru agar dapat hidup produktif dan tetap terhindar dari penularan virus yang sudah menelan lebih dari 500 ribu korban jiwa ini. Data dari sumber Indonesia Positif 869.600, Sembuh 711.205, meninggal 25.246 (data per 14 Januari 2021). Khususnya di wilayah Kalimantan Barat sumber yang diambil per 14 Januari 2021 jumlah terkonfirmasi Covid-19 3.441, isolasi mandiri 304, sembuh 3.109, meninggal 28 orang (Dinkeskalbar.go.id)

Informasi yang berkembang dan laporan terkonfirmasi yang terus meningkat, khususnya di Kalimantan Barat, menggugah Pengurus, Pengawas dan Manajemen Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CU Pancur Kasih untuk memberikan perhatian, kasih dan kepeduliannya ke beberapa instansi sebagai bentuk kepedulian dan apresiasinya terhadap upaya Pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19 ini.

Beberapa bantuan yang telah diberikan diantaranya:

  1. Penyerahkan bantuan desinfektan oleh General Manager (GM), Domitius, S.H., M.H kepada Lurah Sintan Hulu, Tirta Arifin, S.STP., pada 27 Maret 2020. Serah terima dilakukan di Kantor Lurah Siantan Hulu, Pontianak Utara.
  2. Penyerahkan sejumlah uang tunai kepada RS St. Antonius via transfer dan diserahkan secara simbolis oleh Sekretariat Pengurus, Natalia Demtha Mulisa, S.Pd., kepada Ketua Penanganan Covid, dr. Evelyn P.Sp.A, pada 26 Maret 2020.
  3. Penyerahan bantuan APD kepada RS. Soedarso Pontianak oleh Deputi Administrasi dan Akuntansi, Fulgensius S.E. pada 27 Maret 2020
  4. Pemberian bantuan sembako ke Posko Gugus Tugas Pencepatan Penanganan Covid 19 Kec. Meranti Kab. Landak oleh Manajer Tempat Pelayanan Meranti, Donatus, A.Md., pada 21 April 2020,
  5. Penyerahan bantuan kepada Pemda Landak oleh Manajer TP Ngabang,Rince Sihombing, S.P., kepada Sekda Kabupaten Landak pada 31 Maret 2020 .

“ Secara nominal, bantuan kita ini tidak seberapa. Tetapi, ini wujud kasih dan apresiasi kita kepada Pemerintah atas usaha mereka dalam penanganan pandemik ini,” kata Gabriel Marto selaku Ketua Pengurus CU Pancur Kasih. “Kita berdoa, semoga pandemi ini cepat berakhir,” paparnya.

Disadari bahwa usaha penanganan Covid-19 harus dimulai dari semua lapisan masyarakat. Dalam hal ini, CU Pancur Kasih berinisiatif kembali untuk membantu pemerintah mengampanyekan gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Hal itu minimal dilakukan oleh seluruh anggota KSP CU Pancur Kasih yang berjumlah172.686 orang, data per Desember 2020.

Gerakan ini digagas oleh General Manager melalui edaran yang diberikan kepada seluruh karyawan kemudian membuat poster yang ditempatkan di seluruh Tempat Pelayanan KSP CU PancurKasih.

“Dalam hal menyelesaikan pandemi ini, kita tidak dapat berbuat banyak. Tetapi, penting kita untuk mendukung pemerintah, minimal mengingatkan seluruh anggota untuk patuh pada protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, yaitu 3 M,” tutur Domitius, General Manager KSP CU Pancur Kasih.

Ajakan CUPK menghadapi kebiasaan baru “New Normal”
Kebiasaan baru saat ini yang dikenal dengan istilah New Normal adalah perubahan perilaku atau kebiasaan untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Himbauan dari pemerintah ini menganjurkan agar kita bisa hidup “berdampingan” dengan virus yang telah menelan ratusan ribu jiwa di seluruh dunia. Tak terkecuali, CU Pancur Kasih juga telah menerapkan “3M” yang telah digagas pada November 2020 oleh General Manager.

Saat ini, yang harus kita hadapi adalah bagaimana cara beradaptasi dan menghadapi kebiasaan baru ini. KSP CU Pancur Kasih dapat berbagi cara untuk menghadapi Kebiasaan baru “new normal”.
Pertama, KSP CU Pancur Kasih mematuhi Protokol Kesehatan. Hal ini Sesuai dengan anjuran Pemerintah. Seperti yang telah dituliskan terdahulu di Majalah Jatiku edisi pertama pada Rubrik Bauma, Hal 5: mengenai “Standar Pelayanan saat Pandemi” yang didukung juga dengan poster GM tentang penerapan “3M”. “Langkah-langkah pencegahan di tempat kerja mulai ditetapkan seperti jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, dan etika pernapasan,” kata Direktur Regional WHO untuk Eropa Henri P Kluge dikutip dari situs resmi lembaga kesehatan dunia tersebut.

Kedua, anggota dapat memanfaatkan CUPK Mobile. Era new normal juga berdampak pada sektor ekonomi yang memerlukan tatap muka langsung berhadapan dengan pelaku ekonomi termasuk KSP CU Pancur Kasih. Sebelum masa pandemi Covid-19, anggota dengan bebas kapanpun dan dimanapun datang ke kantor-kantor Tempat Pelayanan KSP CU Pancur Kasih di Kalimantan Barat. Namun, saat ini semuanya dibatasi. Untuk mengatasi hal ini, anggota dapat memanfaatkan CUPK Mobile dalam melakukan transaksi sehingga meminimalisir kerumunan tatap muka. CUPK Mobile adalah solusi bertransaksi yang cepat, mudah, dan dapat dilakukan kapan dan dimanapun. CUPK Mobile mendukung smartphone dengan OS Android. Salah seorang pengguna CUPK Mobile Anastasia mengatakan bahwa ia sangat senang menginstal CUPK Mobile. “Tinggal di klik di HP, transaksi bisa dilakukan. Biasanya sih untuk Top Up Pulsa dan Paket Internet,” katanya saat ditemui oleh penulis.

Ketiga, anggota KSP CU Pancur Kasih dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk skala pemenuhan kebutuhan pangan dalam jumlah kecil. Pekarangan rumah kita dapat kita manfaatkan sesuai dengan selera dan keinginan kita. Misalnya dengan menanam tanaman produktif seperti tanaman hias, buah, sayuran, rempah-rempah dan obat-obatan. Dengan menanam tanaman produktif di pekarangan akan memberi keuntungan ganda, dijual dan dikonsumsi sendiri. Metode tanam di lahan pekarangan yang kemungkinan sempit juga bervariasi. Anggota dapat memanfaatkan Tabulampot (Tanam buah dalam pot), Vertikultur (teknik bercocok tanam di ruang/lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat). Wadah tanam yang digunakan bisa menggunakan paralon PVC tau botol air mineral 1,5 bekas), Hidroponik (bercocok tanam tanpa tanah melainkan menggunakan air sebagai media tanam )dan Aeroponik (bercocok tanam yang memanfaatkan udara sebagai media tanam utama dengan akar yang hanya menggantung di udara tanpa menggunakan tanah. aeroponik menggunakan media tanam Styrofoam).

Keempat, anggota KSP CU Pancur Kasih dapat memanfaatkan produk-produk pinjaman yang telah ada. Produk Pinjaman yang dapat dimaksimalkan pemanfaatannya antara lain pinjaman Pertanian dan peternakan, pinjaman perkebunan, pinjaman mekar usaha, pinjaman usaha musiman dan pinjaman usaha produktif. Selain disebutkan, melihat kondisi dan situasi pandemi Covid-19 belum berakhir, Pengurus KSP CU Pancur Kasih secara khusus mengeluarkan Surat Keputusan No.373/CUPK/PG/SK/IV/2020 tentang Penyesuaian Balas Jasa Pinjaman Di bawah Simpanan. Namun pencairan pinjaman juga berdasarkan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Jadi, dengan berbagai jenis produk pinjaman diatas, anggota dapat tetap menjalankan usaha mereka sehingga kebutuhan sehari-hari dapat terus terpenuhi.

Kelima, anggota KSP CU Pancur Kasih dapat memanfaatkan Buletin Jatiku sebagai media promosi social media kepada konsumen. Buletin Jatiku adalah media informasi KSP CU Pancur Kasih untuk menyuguhkan informasi lembaga, pengalaman ber-CU, informasi perkembangan ekonomi global, nasional dan regional, dan banyak hal menarik lainnya yang dapat menambah pengetahuan. Buletin Jatiku juga menyediakan ruang iklan bagi anggota yang ingin mempromosikan usahanya kepada khalayak ramai.

Barage CU Malangkah Repo

Penulis: Lusila Arnila & Natalia Demtha Mulisa

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *