Semata Tani Andalan (STAND) Center Ngabang

STAND

Semata Tani Andalan (STAND) adalah kelompok usaha tani yang mayoritas anggotanya adalah anggota Koperasi Simpanan Pinjam CU Pancur Kasih yang tersebar di TP Ngabang dan TP Sidas. Kelompok usaha ini dipimpin oleh Nikolaus Supin, Sekretaris Matius Sitol dan Bendahara Firminus Dody. Kelompok ini bergerak di bidang usaha budidaya tanaman pangan dan hortikultura.

Saat ini, kelompok usaha tani telah memiliki alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dapat digunakan untuk melakukan pengolahan hasil panen padi dan jagung. Pertama, Dryer (Pengering) berbahan bakar utama limbah kayu dapat melakukan pengeringan jagung dan padi dengan kadar air tertentu, dengan kapasitas empat ton untuk sekali proses pengeringan selama ± 20 jam. Kedua, Mesin Penggilingan padi. Ketiga, Mesin Pemipil jagung. Keempat, Mesin pemecah jagung, dari jagung bulat yang dipipil menjadi butiran jagung yang siap digunakan untuk pakan ternak.

Keprihatinan atas pengolahan hasil panen budidaya tanaman pangan, khususnya padi dan jagung mendorong kelompok ini untuk melakukan terobosan-terobosan bagaimana melakukan penanganan hasil panennya. Maka seiring dengan perkembangannya, kelompok ini berhasil melakukan kolaborasi dengan Pemda Landak, dalam hal ini Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan bersama dengan KSP CU Pancur Kasih untuk mengembangkan usahanya, termasuk dalam hal penyediaan sarana pengering (dryer), mesin penggiling padi dan juga jagung.

Peresmian penggunaan alsintan ini bertepatan dengan hari pahlawan 10 November 2020 oleh Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa, tepat pada jam 13.00 WIB ditandai dengan pengguntingan pita, kemudian rombongan meninjau penggunaan alsintan tersebut dan acara diakhiri dengan ramah tamah.

Peserta yang hadir dalam kegiatan peresmian ini, terdiri dari Pengurus dan anggota kelompok STAND berjumlah sekitar 25 orang, para undangan dari unsur Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kab. Landak K. Sinaga, S.P., Kepala BPP Kec. Ngabang Mukiang, S.P., para Penyuluh lapangan dan dari KSP CU Pancur Kasih dihadiri oleh Manajer TP Jelimpo, Pulgensius, S.P., Staf Usaha Produktif, Petrus Budet, S.Kom.

Dalam sambutannya dan arahannya Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa kehadiran gudang dan mesin pengolahan beras dan jagung ini, bertujuan untuk membantu para petani dalam mengolah hasil panennya. Dalam gudang pengolahan ini, terdapat empat jenis peralatan utama yang dapat digunakan untuk menangani hasil produksi, yaitu pemipil jagung, pengering (dryer), penggiling padi, dan mesin pemecah biji jagung menjadi butiran kecil. Dengan adanya dryer, jagung atau padi yang dihasilkan oleh para petani dapat dikeringkan dengan kadar air tertentu, dan setelah itu padi bisa langsung digiling di tempat ini, dengan demikian akan menghemat biaya yang dikeluarkan atau dapat juga langsung dijual di tempat ini.

“Saya selaku petani merasa sangat terbantu sekali, dulu sebelum kami menggunakan dryer jagung ini, saat panen tiba, kami mengalami kesulitan dalam mengeringkan jagung hasil panen, apalagi saat musim hujan, akibatnya jagung saya membusuk dan akhirnya saya mengalami kerugian, namun dengan adanya dryer ini, saya dan kawan-kawan merasa sangat tertolong, karena proses pengeringannya lebih cepat dan kadar airnya 13-14%, sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu, kami bisa langsung menggiling jagungnya, sehingga nilai jual yang diperoleh lebih tinggi lagi.

Kami patut bersyukur dan berbangga dengan kehadiran gudang pengolahan padi dan jagung milik STAND, karena walaupun berupa kelompok tani, namun mampu menciptakan terobosan-terobosan baru dibidang pertanian. Tak jarang saat kami mengajak masyarakat, khususnya anggota CUPK untuk membuka usaha produktif dibidang pertanian, peternakan dan perikanan, kami mengalami penolakan dengan alasan kesulitan dalam hal pemasarannya, padahal kita dapat menciptakan pasar mulai dari lingkungan terdekat kita, bahkan saat ini kita dapat memanfaatkan media sosial untuk sarana pemasaran,” demikian penjelasan Donat satu diantara anggota Poktan STAND.

KSP CU Pancur Kasih melalui program pemberdayaan, mendorong semua anggota untuk memanfaatkan produk yang ada di KSP CU Pancur Kasih guna menumbuhkan dan mengembangkan usaha produktifnya, secara khusus pengolahan hasil padi dan jagung serta usaha produktif lainnya.
Manajer TP Jelimpo, mengajak masyarakat untuk bergabung dengan KSP CUPK, dengan cara menghubungi TP atau kantor cabang terdekat. Melalui KSP CUPK, sumber permodalan dengan balas jasa murah dapat dimanfaat untuk modal usaha pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain. Selain itu beliau berpesan pada anggota yang sudah bergabung untuk menjadi anggota yang aktif.

“Semoga dengan adanya gudang pengolahan padi dan jagung ini dapat membantu masyarakat, khusus anggota KSP CUPK dalam mengolah hasil panen yang berkualitas serta memiliki daya saing pasar,” ujar Pulgensius.

Penulis : Petrus Budet (Staf Usaha Produktif )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *