Sayur Pakde

jatiku

Pakde Suwarno merantau ke Kalimantan Barat sejak 40 tahun silam. Beliau berasal dari Jawa Tengah dan sekarang berdomisili di Desa Sape Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau.

Membuka lahan untuk budidaya sayur menjadi pilihan usaha pria yang akrab dipanggil Pakde ini. Pilihan usaha ini diambil Pakde karena melihat kondisi persediaan Sayur di kecamatan jangkang masih sangat kurang dan masih bergantung pada persediaan yang diambil dari Kota Pontianak.

“Pada Awalnya saya susah untuk memulai usaha sayur-sayuran lantara saya kekurangan modal. Setelah saya mengikuti Program CU Pancur Kasih (CUPK) dan meminjam untuk membeli bibit dan pupuk, maka sejak tahun 2002 sampai sekarang usaha saya berjalan dengan lancar. Berkat usaha saya ini juga persediaan sayur-mayur di daerah ini lumayan tercukupi” ucap Suwarno.

Suwarno menjajakan sayurannya dengan berkeliling menggunakan sepeda motor dari rumah ke rumah. Hasil yang didapatkan lumayan besar hingga bisa mencapai 1 juta perhari dan bisa membeli lahan baru untuk memperluas lahan kebun sayurnya.

“Menggeluti usaha pertanian ini terasa ada berkah karena hasilnya bisa berlipat-lipat. Tidak terlalu capek juga karena sejak pagi saya berangkat jualan sampai jam sepuluh sayuran sudah habis terjual” Ujar Pakde sambil tersenyum.

Menjadi Anggota sejak Tahun 1996, pria yang berusia 54 tahun tersebut merasakan betapa berjasanya CU Pancur Kasih karena telah berperan membantu usahanya dari awal hingga sekarang.

“Banyak sekali manfaat bergabung dengan CU Pancur kasih, saya merasa terbantu baik dalam permodalan usaha, pokoknya segalanya dimudahkan dengan CU Pancur Kasih” Ucap Pakde.

Penulis: Natalius Geri Talaga Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.