Pinjaman Pertanian Menjadi Solusi Kelompok Tani

diklat

Poktan Bosdatan menggunakan produk pinjaman pertanian dan peternakan KSP CU Pancur Kasih. Berkat Produk Pinjaman Pertanian dan Peternakan CUPK, Poktan Bosdatan dapat membiayai proses budidaya benih padi varietas Cakrabuana Agritan.

Penanaman perdana benih padi varietas Cakrabuana Agritan ini diawali dengan penyemaian benih padi pada 18 Mei 2021. Penyemaian benih ini dilakukan oleh Sahbirin, Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak.

Selanjutnya pada 8 Juni 2021 dilaksanakan penanaman benih padi yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak, yang diwakili Mukian, Kasi Teknologi Pengolahan Hasil (TPH) Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak.

Penanaman perdana benih padi varietas Cakrabuana Agritan di Gabungan Kelompok Tani Bosdatan merupakan binaan KSP CU Pancur Kasih TP Jelimpo, di Dusun Selaba, Desa Dara Itam I, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak.

Sehari sebelum penanaman benih padi, pada malam harinya dilakukan penyampaian materi dan diskusi cara membuat pupuk organik hayati oleh Sinambela sebagai fasilitator dari Kampus Politeknik Tonggak Equator Pontianak.

“Tujuan pembuatan pupuk organik hayati dimaksudkan untuk mengurangi 30% penggunaan pupuk kimia,” demikian pemaparan yang disampaikan Sinambela, dosen Fakultas Pertanian Kampus Politeknik Tonggak Equator Pontianak.

Material pembuatan pupuk menggunakan sekam dedak padi, bungkil pisang, sagu, kelapa, sisa sayuran dan air cucian daging. Bahan-bahan tersebut dicampurkan ke dalam wadah drum yang berkapasitas 200 liter. Drum tersebut ditutup dan diikat dengan rapat agar kedap udara serta diberi selang dan botol penampungan gas penguapan.

Selain fasilitator, acara tersebut turut dihadiri Pengurus, Pengawas dan Manajemen KSP CU Pancur Kasih, Pengawas Benih Kabupaten Landak, Kepala BP2K Jelimpo beserta penyuluh, POPT Jelimpo, Kepala Balai Benih Hortikultura Landak, perwakilan Camat Jelimpo, Kades Dara Itam, Kades Pawis Hilir, Babinsa dan Babinkamtibmas Jelimpo, serta anggota Gapoktan Bosdatan.

Seremonial penanaman benih dimulai dengan upacara adat penyambutan tamu berupa pemotongan bambu, kemudian dilanjutkan doa pembukaan dan dilanjutkan dengan penanaman benih padi bersama Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP)
Setelah penanaman perdana rombongan kembali ke ruangan pertemuan dilanjutkan acara sambutan dan diskusi bersama Gabungan Kelompok Tani Bosdatan.

Mukian selaku Kasi. TPH, menyampaikan harapannya bahwa dengan penanaman perdana benih padi yang dilaksanakan ini sebagai upaya untuk alih teknologi dan merubah pola pikir dan sikap kerja petani agar lebih produktif disertai inovatif.

Beliau mengingatkan bahwa menjadi penangkar benih padi unggul tidak sama dengan menanam padi untuk dikonsumsi, maka dari itu, keuletan, ketelatenan dan pengetahuan tentang penangkaran benih harus dikuasai terlebih dahulu.“Saya berharap Gapoktan Bosdatan agar terus bekerjasama dalam melaksanakan penangkaran benih padi ini,” tegas Mukian.

Sementara itu Kades Dara Itam, Ardi Pranata mengapresiasi langkah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bosdatan binaan KSP CU Pancur Kasih ini yang menjadi penangkar benih padi unggul di Desa Dara Itam.

Kepala Desa meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Landak, khususnya DPPKP Kabupaten Landak, agar terus mendampingi kelompok tani di desanya, supaya kedepannya Desa Dara Itam dapat menjadi lumbung padi dan menjadi produsen benih padi unggul.

“Saya berharap kepada seluruh kelompok tani yang ada di Desa Dara Itam ini, agar mengikuti jejak langkah Gapoktan Bosdatan Binaan KSP CU Pancur Kasih, yang saat ini memulai langkah baru untuk memproduksi benih padi unggul sendiri. Gapoktan Bosdatan terus kompak dan bekerjasama yang baik dalam menjalankan program ini,” ucap Ardi.

Ketua KSP CU Pancur Kasih, Gabriel Marto, menyambut baik dan berterima kasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Landak khususnya Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan yang telah bersedia bekerjasama dengan CUPK dalam upaya memberdayakan para petani padi yang ada di Desa Dara Itam I.

“KSP CU Pancur Kasih sangat peduli dalam bidang usaha produktif anggota. Untuk itu, CUPK menyediakan produk pinjaman pertanian dan peternakan, dengan balas jasa pinjaman sebesar 7% per tahun. Selain itu CUPK dapat memberikan pendampingan secara kelompok bagi anggota yang mendaftarkan dirinya sebagai anggota binaan. Oleh sebab itu silahkan para petani yang ada di daerah ini untuk bergabung dengan KSP CU Pancur Kasih agar dapat menggunakan produk pinjaman pertanian dan Peternakan ini serta dapat langsung didampingi oleh KSP CU Pancur Kasih” demikian harapan Gabriel Marto.

Penulis : Yohanes Bernado (Kabag. Pendidikan dan Pemberdayaan KSP. CU Pancur Kasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *