Mapan Bersama CU Pancur Kasih

anggota ambawang

Sebelum sukses menjalankan toko sembako yang beralamat di Jalan Trans Kalimantan Dusun Lingga Barat Kecamatan Sungai Ambawang, Ajes sempat bekerja di Singkawang. Namun karena keterbatasan penghasilan yang didapatkan mendorong Ajes untuk membuka sebuah toko sembako hingga saat ini. Pria kelahiran tahun 1986 ini sudah menggeluti bisnis sejak tahun 2015. Toko sembako yang sudah dirintisnya sekitar lima tahun lalu, memberikan penghasilan sekitar lima sampai enam juta rupiah dalam satu minggu.

Toko sembako yang ia bangun tidak luput dari campur tangan CU Pancur Kasih. Ajes mengatakan “CU Pancur Kasih sangat membantu dalam memulai bisnis toko sembako ini, terutama pada saat pencairan modal awal.” Tuntutan akan kebutuhan hidup yang semakin tinggi membuat Ajes terpacu untuk menjadi lebih produktif dalam berpikir dan jeli menemukan peluang bisnis, sehingga terbentuklah toko sembako ini.

Pria ini sudah memiliki satu unit mobil, serta tiga unit motor dari hasilnya menjalankan bisnis selama kurang lebih lima tahun. Tidak hanya itu Ajes juga bisa membeli sebidang tanah dan membangun rumah pribadi miliknya dari hasil ber-CU serta ditambah penghasilan toko sembako miliknya.

Baca juga: Kanpai, Bersulang untuk Keberhasilan

Disela kesibukannya siang itu, Ajes yang sudah mengenal CU lebih dari lima belas tahun menyampaikan bahwa untuk anak muda agar dapat mengelola keuangannya sejak usia dini, karena dapat mengelola keuangan dengan baik bisa menciptakan kehidupan yang lebih layak kedepannya dan juga menjadi bekal di hari tua nanti. “Lebih baik dari muda kita sudah mulai menyisihkan uang sebagai modal di hari tua, kita para orang muda harus belajar membuka bisnis dan mengelola bisnis sendiri,” kata Ajes.

Penulis & Foto: Dimas Wibowo & Natalius Geri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *