Kotub, Kampung Terpencil Namun Mengukir Prestasi

kampung cupk

Kampung Kotub terpencil namun mengukir prestasi. Dari Judul tersebut sudah mewakili keadaan yang sebenarnya. Kampung Kotub adalah sebuah kampung yang berada di wilayah Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Untuk mencapai ke kampung tersebut memerlukan waktu sekitar delapan jam dari Kota Pontianak; 7 jam perjalanan Pontianak – kantor TP Bonti, dilanjutkan menggunakan Mobil Hilux selama satu jam dari kantor TP Bonti menuju Kampung Kotub. Menuju ke lokasi Kampung Kotub tidak bisa menggunakan mobil kecil karena medan perjalanan di sepanjang jalan masih tanah kuning dan berbatu serta berbukit sehingga sewaktu-waktu apabila diguyur hujan akan menjadi licin. Panorama di sepanjang perjalanan juga tertata hijau dan rapi karena di kiri-kanan jalan masih hutan belantara, pohon-pohon besar dan beberapa sudah ditanami oleh HTI dengan tanaman Eucalyptus. Kampung Kotub dipilih oleh Koperasi Simpanan Pinjam CU Pancur Kasih sebagai kampung berprestasi Tahun Buku 2019 yang telah ditetapkan pada RAT TB 2019, pada 18 Februari 2020.

Terpilihnya kampung kotub sebagai kampung berprestasi karena rata-rata keaktifan anggotanya 83%, terutama dalam menyimpan dan meminjam. Kampung Kotub merupakan daerah potensial, dari sekitar 150 orang kepala keluarga hampir 96% adalah anggota KSP CU Pancur Kasih.
Pengumuman kampung berprestasi desa Kotub yang bersamaan dengan RAT TB 2019 menjadi PR Pengurus untuk turun secara langsung menyerahkan penghargaannya. Semula penyerahan penghargaan secara simbolis direncanakan pada bulan Maret 2020 diundur selama tujuh bulan, tepatnya 31 Oktober 2020. Pengunduran penyerahan penghargaan ini merupakan satu diantara dampak-dampak pandemi Covid-19, sehingga membuat beberapa program kerja KSP CU Pancur Kasih tertunda.

Penyerahan Penghargaan secara simbolis dihadiri 47 orang yang berasal dari unsur Pengurus, perwakilan Pengawas dan Manajemen KSP CU Pancur Kasih serta perwakilan anggota KSP CU Pancur Kasih TP Bonti. Penyerahan penghargaan ini dilakukan bukan di Kampung Kotub langsung namun di Balai Dusun Kubilai. Hal ini karena di Kampung Kotub tidak memiliki fasilitas umum dan balai desa.

Satu diantara anggota KSP CU Pancur Kasih yang hadir adalah Herkulanus Cale yang pernah menjabat sebagai Pengurus periode awal. Pada momen penyerahan penghargaan tersebut, beliau diberikan kesempatan menyampaikan sambutan sebagai penguatan kepada anggota. “Saya bahagia sekali pada hari ini, Kampung Kotub menerima penghargaan sebagai kampung terbaik TB 2019, banyak kampung yang bagus, tetapi kampung Kotub-lah yang terbaik,” terang Herkulanus Cale.

Pengurus KSP CU pancur Kasih yang diwakili oleh Sekretaris Pengurus, Sucipto, mengatakan bahwa anggota KSP CU Pancur Kasih harus mengubah mindset. “Daerah Kalimantan banyak lahan tidur, harus diubah, yang tidur ini orangnya bukan lahannya karena banyak lahan yang tidak diolah oleh masyarakat”, ujarnya dalam memberi masukan dalam sambutannya.
“Di CU ada unit usaha produktif. Anggota bisa meminjam uang untuk usaha produktif. satu orang anggota boleh pinjam tiga produk pinjaman sekaligus namun harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, sebagai anggota CU, seseorang harus dapat melihat peluang untuk menghasilkan uang karena uang bisa dihasilkan dari manapun. Apabila seseorang mengaku tidak punya uang, berarti dia tidak berusaha,” tegas Sucipto.

Perwakilan Kepada Desa Kotub, J.Pinsen yang menerima secara simbolis penyerahan penghargaan Kampung Berprestasi senilai Rp10.000.000 (Sepuluh juta rupiah). Dalam sambutannya ia mengatakan, “Kami mengucapkan beribu terima kasih kepada CUPK. Kami tidak memperhitungkan jumlah tetapi lebih kepada niat baik yang diberikan kepada kampung kami. Kami juga mengucapkan terima kasih yang paling dalam kepada Herkulanus Cale, kalau tidak ada beliau saya yakin kampung Kotub mungkin lebih parah dari kampung lain. Mari kita pertahankan dan kita tingkatkan mulai dari kemauan kita menjadi anggota CU, aktif menabung dan mengangsur. Khusus pasangan baru, daftarkan anak-anak kita ke CU. Terima kasih kepada CU Pancur Kasih karena telah membina dan mendorong kami terutama di bidang ekonomi.”
Di penghujung acara Manajer KSP CU Pancur Kasih TP Bonti juga memberikan kesan dan pesan kepada anggota. “Kegiatan ini sangat baik sebagai contoh untuk memacu kampung lain agar bisa berprestasi seperti kampung Kotub,” ujar Fransiskus, S.E.

Penulis: Natalia Demtha Mulisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *