Koperasi sebagai Agen Perubahan dalam Pembiayaan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim

jatiku

Merupakan sebuah kehormatan bagi CU Pancur Kasih (CUPK) karena bisa terlibat langsung untuk menjadi pembicara dalam Lokakarya Koperasi sebagai Agen Perubahan dalam Pembiayaan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim tanggal 23 – 24 Juni 2021. Diwakili oleh Sucipto, S.Th., selaku Sekretaris Pengurus CUPK menjadi narasumber di Lokakarya tersebut. Dalam kesempatannya beliau berbagi pengalamannya dalam pembiayaan perubahan iklim yang telah dijalankan. Lokakarya ini diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Energi (YRE) dan Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT).

Penyelenggaraan Lokakarya ini dilatarbelakangi oleh adanya inisiatif untuk memulai suatu kolaborasi inisiatif Hijau atau Green Initiatives. Inisiatif ini merupakan bentuk konkrit pelibatan koperasi sebagai salah satu agen perubahan (agent of change) yang mendorong kegiatan-kegiatan rendah karbon hingga ke tingkat tapak melalui skema pembiayaan skala mikro.

Istilah ‘mitigasi’ dan ‘adaptasi’ mengacu pada dua jalur yang berbeda untuk menghadapi perubahan iklim. Mitigasi berkaitan dengan penyebab perubahan iklim dan bekerja untuk mengurangi dampak buatan manusia terhadap sistem iklim. Sebaliknya, adaptasi membuat perubahan untuk mempersiapkan dan meniadakan dampak perubahan iklim, sehingga mengurangi kerentanan masyarakat dan ekosistem. Dengan beradaptasi dapat mengatasi dampak perubahan iklim, masyarakat, perusahaan dan institusi untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.

CUPK memiliki perhatian terhadap isu lingkungan – dalam hal ini perubahan iklim – melalui Program Usaha Produktif (UP) di bidang pertanian dan perkebunan. Program UP berkaitan dengan lingkungan diinisiasi atas dasar keprihatinan terhadap isu kerusakan lingkungan khususnya di wilayah Kalimantan Barat, sehingga CUPK tergerak untuk berperan aktif melakukan edukasi kepada anggotanya dalam mengembangkan usaha di bidang pertanian dan perkebunan sekaligus meningkatkan produktivitas hasil kebun. Program UP di bidang pertanian dan perkebunan ini dimulai pada pertengahan tahun 2019 dan saat ini setidaknya memiliki 405 anggota yang merupakan petani dengan ragam komoditas, salah satunya adalah pohon sengon yang merupakan jenis pohon pengikat nitrogen dan ditanam untuk tujuan reboisasi dan penghijauan. Program UP juga didasarkan pada pemberdayaan kelompok usaha khususnya di sektor perkebunan, misalnya pemberdayaan dan bimbingan teknis pada kelompok petani. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas anggota agar semakin sejahtera dalam ekonomi keluarga, sekaligus tetap mempertahankan tanaman yang ramah lingkungan.

CUPK memiliki harapan melalui program UP mampu memberikan kesadaran kepada anggota akan pentingnya lingkungan yang asri namun tetap memiliki nilai ekonomis. Sebagaimana komitmen CUPK terhadap lingkungan yang dituangkan dalam nilai-nilai organisasi, yaitu: Mendorong anggota mengelola lahan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, dan Menolak pinjaman yang berpotensi merusak alam dan lingkungan.

Dengan demikian, Koperasi sebagai Agen Perubahan dalam Pembiayaan Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dapat benar-benar terwujud bersama CUPK. Selain itu CUPK berkontribusi untuk menerapkan tujuan Program SDGs (Sustainable Development Goals) no 13, Climate Action di dunia.

Penulis: Natalia Demtha Mulisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.