“Friedrich Wilhelm Raiffeisen” Bapak Credit Union

jatiku

Sebagai insan Credit Union yang militan kita pasti tahu sejarah terciptanya Credit Union di dunia. Dari mana asalnya Credit Union ini? Kata Credit Union berasal dari bahasa latin, Credere yang berarti percaya dan Union yang berarti kumpulan atau kesatuan (mengikat diri dalam suatu kesatuan). Jadi CU (Credit Union) adalah badan usaha yang dimiliki oleh sekumpulan orang yang saling percaya dalam ikatan pemersatu, yang bersepakat untuk menabungkan uang mereka sehingga menciptakan modal bersama guna dipinjamkan di antara sesama mereka dengan bunga yang layak untuk tujuan produktif dan kesejahteraan.

Meminjamkan uang yang berdasarkan unsur rasa kepercayaan adalah sangat sulit rasanya tanpa dibarengi dengan sebuah agunan. Namun, kondisi seperti itu pernah terjadi di wilayah Jerman yang dikepalai oleh seorang Walikota bernama Friedrich Wilhelm Raiffeisen.

Friedrich Wilhelm Raiffeisen adalah seorang Walikota di Jerman yang lahir di Hamm, Jerman 30 Maret 1818. Beliau meninggal 11 Maret 1888, di Neuwied, Jerman.

Tahun 1849 saat Friedrich Wilhelm Raiffeisen menjadi walikota ia mendirikan Perkumpulan Masyarakat Flammersfeld untuk membantu para petani miskin yang terdiri dari 60 orang kaya. “Kaum miskin harus segera ditolong” begitu katanya. Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi Petani yang sangat menderita pada abad 19, tahun 1846 -1847. Mereka mengalami bencana kelaparan, musim dingin yang hebat dan penyakit menyerang.

Sehingga mereka menjadi miskin tak berdaya, tidak memiliki uang untuk meningkatkan pendapatan. Kondisi ini mengharuskan petani meminjam uang dari lintah darat dengan bunga yang sangat tinggi dengan menjaminkan lahan pertanian mereka dan apabila mereka gagal membayar pada saat jatuh tempo, maka lahan pertanian dan harta benda yang digadaikan pun langsung disita. Kehidupan para petani pada waktu itu ibarat “gali lobang tutup lobang, tutup hutang lama, cari hutang baru.”

Beberapa perkumpulan yang didirikan oleh Friedrich Wilhelm Raiffeisen antara lain Brotveiren, suatu kelompok yang membagi-bagikan roti kepada kaum miskin. Kemudian pada saat pindah ke Heddersdoff dan mendirikan perkumpulan Heddesdorfer Welfare Organization suatu organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan. Raiffeisen terus memperbaiki dan menyempurnakan gagasan terutama mengenai prinsip dan metode pengorganisasian masyarakat. Akhirnya ia mengganti pendekatan dari pendekatan derma dan belas kasihan dengan PRINSIP MENOLONG DIRI SENDIRI (self help). Tahun 1864 Friedrich Wilhelm Raiffeisen mendirikan sebuah organisasi baru bernama “Heddesdorfer Credit Union” dimana kebanyakan anggotanya adalah para petani.

Keberhasilan Heddesdorfer Credit Union atas 3 prinsip utama dalam menjalankan organisasi akhirnya menjadi prinsip dasar Credit Union:

  1. Azas Swadaya, modal dari simpanan hanya diperoleh dari anggotanya,
  2. Azas Setia Kawan/solidaritas, Pinjaman hanya diberikan kepada anggotanya,
  3. Azaz Pendidikan/penyadaran, membangun watak adalah yang utama, hanya yang berwatak baik yang diberikan pinjaman

Dalam beberapa tahun kemudian setelah gerakan Raiffeisen, ada 75 koperasi dan dalam waktu singkat gagasan koperasi telah menyebar ke seluruh Jerman, melintasi perbatasan termasuk di Jepang dan Indonesia melalui Bapak Muhammad Hatta yang memang mempelajari dan anggota dari Koperasi semasa pendidikannya di Eropa.

Gagasan membantu orang untuk membantu diri mereka sendiri adalah Filosofi yang kuat dan ini merupakan konsep yang adil untuk semua orang demi menciptakan situasi yang saling menguntungkan.

Penulis: Natalia Demtha

Sumber:

Koperasi itu apa sih? Mengenal ideologi Bapak koperasi dunia FW. Raiffeisen asal Jerman


https://credituniondayalestari.org/page/sejarah-credit-union-dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.