CUPK Dorong Produktivitas Anggota dengan Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep pada era ekonomi baru, informasi dan kreativitas menjadi penopang utamanya, dimana gagasan dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi.

Perkembangan tersebut bisa dikatakan sebagai dampak dari struktur perekonomian dunia yang tengah mengalami gelombang transformasi teknologi dengan laju dan pesat. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) menjadi berbasis Sumber Daya Manusia (SDM), dari era genetik dan ekstraktif ke era manufaktur dan jasa informasi serta perkembangan terakhir masuk ke era ekonomi kreatif.

Saat ini dunia telah memasuki Revolusi Industri 4.0 dimana telah terjadi otomatisasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Revolusi industri juga ditandai dengan lonjakan pengguna internet yang sangat signifikan, pada Januari 2021 pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta atau 73,7% dari 274,9 juta populasi penduduk Indonesia saat ini. Jumlah perangkat seluler yang terkoneksi mencapai 345,3 juta atau sekitar 125,6%, yang artinya satu orang bisa saja memiliki lebih dari satu Sim Card. Hal ini semakin menjelaskan bahwa semakin banyak orang terhubung semakin besar pula peluangnya.

Masalah Pergi Peluang Tiba

Lonjakan pengguna internet di Indonesia (73,7% dari populasi) kemudian memunculkan sebuah peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Bagi orang-orang kreatif, peluang bisnis timbul dari adanya masalah yang menuntut untuk diselesaikan (solusi). Dengan kata lain, masalah sama dengan peluang. Masalah adalah peluang bagi mereka yang kreatif dan inovatif, sehingga bisa mengkonversinya menjadi keuntungan.

Peluang yang ada harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar tidak hilang diterpa angin seperti debu jalanan. Peluang memang selalu hadir, tetapi siapkah kita menangkap pelUANG tersebut kemudian mengubahnya menjadi UANG?

Sebagai contoh, saat pandemi melanda dunia, secara khusus di Indonesia termasuk di Kalbar, telah terjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sehingga memaksa orang untuk tetap di rumah, sementara itu orang-orang tetap butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Lantas apa yang dilakukan, apakah hanya berdiam diri sambil menunggu datangnya keajaiban dan pandemi ini kemudian berakhir? Ataukah kita memilih untuk berbuat diluar kebiasaan kita? Saat orang-orang kesulitan beraktivitas (bekerja, sekolah, belanja sampai membeli makanan) karena adanya pembatasan (masalah), disaat yang sama banyak orang kreatif melakukan inovasi yaitu melakukannya secara online (solusi). Meskipun di rumah, orang-orang tetap bisa bekerja, sekolah, belanja dan memesan makanan secara online. Badai pasti berlalu, akan selalu ada pelangi untuk orang-orang kreatif yang memiliki mindset positif dan berpikir terbuka.

CUPK Berikan apa kepada Anggota?

Kekurangan modal tak jarang menjadi kendala utama dalam memulai ataupun mengembangkan bisnis, kita sering mendengar bahwa banyak bisnis sulit berkembang atau bahkan terpaksa ditutup karena kekurangan modal. Untuk membantu anggota dalam hal permodalan, CU Pancur Kasih hadir dan berkontribusi aktif melalui Pinjaman Ekonomi Kreatif.

Ekonomi kreatif (ekraf) mencakup 16 subsektor yang terdiri dari sektor Periklanan, Arsitektur, Seni rupa, Kriya (kerajinan), Desain Komunikasi Visual, Mode/Fashion, Animasi Film Video, Apps & Games, Musik, Seni pertunjukan, Percetakan, Pengembang Aplikasi, TV/Radio, Kuliner hingga Fotografi. Fondasi utama industri kreatif ini adalah Kreativitas, Keterampilan, Ide & Gagasan, Inovasi dan Digitalisasi. Bagi anggota yang memiliki usaha pada sektor ekonomi kreatif tentu bisa menggunakan produk ini untuk mengembangkan usahanya.

Keuntungan tambahan yang diberikan kepada anggota adalah konsultasi pengembangan usaha, bimbingan teknis dan pelatihan digitalisasi usaha, jejaring pasar hingga pendampingan proses pengurusan izin usaha. Tentu hal ini akan semakin memudahkan anggota sebagai pelaku usaha.

Atas dasar pemikiran tersebut, maka CUPK, Pelayanan Sosial dan Ekonomi (PSE) dan Tim Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Pontianak (KAP) menyelenggarakan seminar sehari di kantor PSE Pontianak pada 31 Mei 2021 kepada kaum muda dan mahasiswa. Pada pertemuan tersebut membahas tuntas tentang peluang dan konsep Ekonomi Kreatif. Mengapa kaum muda? Alasannya sederhana, saat ini adalah era milenial, eranya kaum muda. Maka diharapkan kaum muda menjadi pemain dan cerdas menggunakan peluang sehingga mendapatkan manfaat secara ekonomi seluas-luasnya.

Informasi lebih lanjut, Anda bisa datang langsung ke kantor Tempat Pelayanan terdekat atau menghubungi bagian Pemasaran di Nomor WA 085389194842 atau kunjungi website https://cupk.org/pinjaman/pinjaman-ekraf-ekonomi-kreatif/

Penulis: Daniel & Lusila Arnila
Foto: Anthony Shkraba dari Pexels & Dokumentasi CUPK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *