Belajar dari Kepunahan Dinosaurus dalam Menghadapi Covid-19

inspirasi

Dinosaurus adalah satu diantara hewan purba yang paling terkenal. Dia menjadi vertebrata paling berkuasa selama 230 juta tahun. Namun demikian, Dinosaurus akhirnya punah bersama dengan sepertiga spesies makhluk hidup lainnya di muka bumi. Saat ini, kita hanya bisa melihat Dinosaurus dari fosil yang ada di museum.

Kepunahan Dinosaurus terbukti bukan karena dia tidak kuat, tidak raksasa tetapi karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan iklim dan lingkungan sekitar yang terus berevolusi. Dinosaurus gagal beradaptasi. Akibatnya, dia tersisih dalam perjuangan mempertahankan hidup.
Charles Darwin dalam bukunya On The Origin of Species by Means of Natural Selection menulis bahwa makhluk hidup muncul karena proses seleksi alam. Darwin melihat bahwa makhluk hidup yang paling kuat bertahan hidup adalah mereka yang bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan.

Sejak 2020, kita dihadapkan pada Pandemi Covid-19. Hingga kini, tercatat 3,8 juta jiwa (Wikipedia, 13 Juni 2021), penduduk dunia meninggal karena Pandemi ini. Di Indonesia, angka meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 52.730 jiwa (berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19 per 13 Juni 2021). Lebih lanjut Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan bahwa setiap jam ada empat orang Indonesia meninggal akibat Covid-19.

Pandemi Covid- 19 bukan semata-mata masalah kesehatan atau hidup matinya umat manusia. Dalam perjalanannya, Pandemi ini berimbas juga menjadi masalah ekonomi, sosial, dan politik. Dalam bidang ekonomi misalnya, banyak usaha, perusahaan, lembaga, dan organisasi yang harus gulung tikar karena tidak bisa mengantisipasi gelombang perubahan akibat Pandemi Covid- 19.

Kita umat manusia pun dituntut untuk berubah dengan kebiasaan baru menghadapi Pandemi ini. Kita dituntut untuk menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan terus menjaga daya tahan tubuh agar terbebas dari Pandemi. Pendek kata, saat ini kedisiplinan kita sedang diuji.
Penularan Covid-19 masih saja melaju. Disinyalir, masih banyak orang yang kurang disiplin atau cenderung mengabaikan kondisi ini. Apakah dapat dikatakan belum siap untuk beradaptasi? Pasti, ada banyak jawaban dalam benak kita. Namun yakinlah, mereka yang tanggap dengan kondisi ini, disiplin menjaga diri, mampu menyesuaikan diri untuk cara hidup di masa kini, tetap mampu bertahan bahkan semakin survive.

Mereka mampu melihat peluang bahkan semakin kreatif dan tertantang untuk mengelolanya.
Kita harus banyak belajar bahwa Pandemi telah mengubah dunia. Kita juga harus sadar bahwa kita harus cepat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan kita. Jika tidak cepat menyesuaikan, bukan tidak mungkin kita juga seperti Dinosaurus yang hilang dan lenyap ditelan perubahan itu.

Penulis: Lusila Arnila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *