Belajar Bertani di Sanggau Ledo

study banding

TP Jelimpo, TP Ngabang dan TP Sidas belajar bertani dalam bentuk studi banding ke Sanggau Ledo. KSP CU Pancur Kasih TP Sanggau Ledo mendapat kunjungan dari perwakilan anggota TP Jelimpo, TP Ngabang dan TP Sidas. Rombongan yang berjumlah sekitar 35 orang, terdiri dari perwakilan anggota TP Jelimpo sebanyak 15 orang, TP Sidas sebanyak 15 orang dan TP Ngabang sebanyak 5 orang. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari (13-14 Agustus 2020).

Studi banding ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan anggota dalam bertani modern serta pengelolaan lingkungan pertanian yang baik untuk budidaya jagung dan sayur mayur. Secara khusus, studi banding ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan peningkatan kapasitas bagi peserta agar apa yang diperoleh dari kegiatan ini bisa diterapkan oleh masing masing peserta.

Kegiatan hari pertama, peserta mengunjungi lokasi persiapan penanaman budidaya jagung demplot CU Pancur Kasih TP Sanggau Ledo. Pada kesempatan tersebut peserta melihat kondisi persiapan lahan, proses penanaman jagung dan mempraktekannya. Peserta melihat proses persiapan lahan sampai dengan proses merontok, panen dan memipil jagung. Setelah kunjungan lapangan peserta melanjutkan diskusi di Aula Kantor KSP CU Pancur Kasih TP Sanggau Ledo bersama Pengurus dan Manajemen yang menangani program Usaha Produktif.

Hari kedua, peserta mengunjungi kebun sayur milik Adi di Desa Bengkilu Paket D Kecamatan Tujuh Belas. Beliau adalah anggota KSP CU Pancur Kasih TP. Sanggau Ledo, yang juga memberikan materi pada kegiatan studi banding ini. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga belajar cara membudidayakan tanaman tomat, terong, buncis, cabe dan timun.

Kegiatan studi banding dilaksanakan dalam rangka pembentukan kelompok usaha oleh anggota yang berada di TP Jelimpo, TP Sidas dan TP Ngabang. “Rencana pembentukan kelompok terinspirasi dari lahan percontohan atau demplot budidaya jagung yang sudah terbentuk di Jelimpo tepatnya di Desa Pawis. Hal inilah yang memicu keinginan mereka untuk mencoba budidaya jagung,” ujar Daniel, koordinator unit usaha produktif KSP CU Pancur Kasih saat itu.

“Harapan kedepannya supaya seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan studi banding ini terinspirasi dan termotivasi dalam mengembangkan budidaya jagung dan sayur mayur,” ucap Iyus anggota TP Sidas yang ikut studi banding.

Ketahanan pangan menjadi satu kekuatan dalam kebutuhan masyarakat, karena itu pentingnya peningkatan kapasitas dan wawasan bagi para petani adalah cara untuk mewujudkan ketahanan pangan tersebut. Dengan adanya studi banding ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pengalaman para peserta studi banding dan nantinya hasil studi banding ini bermanfaat bagi para peserta dan pengetahuan yang didapat bisa dibagi dengan petani lainnya.

Penulis: Yosianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *